- Jangan menggunakan laptop lebih dari 3 jam berturut-turut, matikan sekitar 10 menit, kemudian anda bisa menghidupkan kembali laptop anda.
- Untuk penggunaan dalam waktu lama gunakan coolingpad yang berkualitas yaitu coolingpad yang menggunakan adaptor sendiri, bukan yang mengambil dari USB laptop.
- Gunakan contras dan brightness sedang pada pengaturan LCD laptop.
- Atur LCD time off ketika laptop tidak digunakan di menu power option windows.
- Membuka dan menutup LCD laptop dengan benar yaitu dengan memegangnya dari kedua sisi kanan kirinya, bukan dari atasnya, karena di bagian atas ada blok yg rentan rusak.
TERIMA KASIH TELAH MENGUNJUNGI BLOG INI
Semoga blog yang berisikan tentang kumpulan info dan tips-tips ini bermanfaat bagi kita semua
MINUM AIR ES SETELAH MAKAN MEMBUAT BUNCIT
Minum air es setelah makan dapat menyebabkan perut buncit? Minum minuman dingin setelah makan dapat menyebabkan perut membuncit akibat timbunan lemak. Hal ini karena minyak dan lemak yang baru dimakan akan menggumpal akibat air yang dingin. Gumpalan akan menyebabkan proses pencernaan terhambat dan akan lebih cepat diserap oleh usus. Karena itu, biasakan minum air pada suhu normal atau air hangat setelah makan..
BUNGA MATAHARI SELALU MENGHADAP MATAHARI
Baik daun maupun bunga dari bunga matahari bersifat heliotropis, yaitu, selalu mengikuti cahaya matahari. Tanaman bunga matahari menyimpan auxin. Auxin merupakan suatu hormon tanaman yang mengendalikan pertumbuhan. Biasanya jumlah auxin lebih banyak di sisi yang jauh dari sinar matahari. Itulah penyebab batang bunga matahari selalu tumbuh ke arah sinar itu. Tetapi, bunga yang sudah mekar penuh tidak lagi bersifat heliotropis. Meski demikian bunga matahari selalu menghadap ke arah timur.
BERAPA KALI MATA BERKEDIP DALAM SEHARI
Setiap hari Anda berkedip sebanyak kira-kira 15.000 kali. Tanpa Anda sadari, setelah membaca tulisan ini, Anda telah berkedip beberapa kali. Kemungkinan besar Anda tidak pernah menyadarinya dan Anda terus-menerus melakukannya.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Kamis, 28 Februari 2013
Cara Merawat LCD Laptop Agar Tetap Awet
Rabu, 27 Februari 2013
Keyboard Paling Keren Di Dunia
Berikut saya mau ajak anda sekalian untuk melihat 25 Keyboard komputer yang paling Cool banget bagi pengguna PC. Beberapa di antaranya telah dikembangkan oleh produsen untuk user yang ingin merasakan sebuah pengalaman komputasi jauh lebih nyaman dan produktif. Selebihnya adalah Keyboard yang dibuat untuk tujuan agar terlihat lebih Cool dalam penggunaan komputer.
1. Virtual Laser Keyboard:
|
2. TechieTrends Wireless Flexible Keyboard:
|
3. Apple Wireless Keyboard
|
4. Optimus Maximus Keyboard
|
5. Das Keyboard
|
6. Wrist-Mounted Keyboard
|
7. Combimouse
|
8. Comfort Keyboard:
|
9. Apple Adjustable Keyboard
|
10. Saitek Eclipse II Keyboard
|
11. Frogpad Keyboard
|
12. SafeType Keyboard
|
13. Maltron Ergonomic Keyboard
|
14. The TypeMatrix Keyboard
|
15. AlphaGrips Keyboard
|
16. The Self Heating Warm Keyboard
|
17. Thankos Silent Keyboard
|
18. Stowaway Ultra Slim Bluetooth Keyboard
|
19. Luxeed Dynamic Pixel LED Keyboard
|
20. Twiddler2 Keyboard
|
21. MyKeyo Organizer Keyboard
|
22. Glider Mouse Keyboard
|
23. DX1 Customizable Keyboard
|
24. Steampunk-style Keyboard
|
Keyboard ini besarnya adalah sekitar 25% lebih besar daripada iPhone dan dapat disimpan dalam saku Anda. Model ini juga dilengkapi sepenuhnya tombol-tombol yang menyala.
Senin, 25 Februari 2013
Cara Membuat Next Page Di Blog
Nah Cara memasangnya adalah sebagai berikut :
1. Masuk ke Dashbor,
2. klik rancangan.
3. Tambah Gadget
4. Pilih HTML
5. Lalu Masukkan kode :
<style>
.showpageArea a {
text-decoration:underline;
}
.showpageNum a {
text-decoration:none;
border: 1px solid #ccc;
margin:0 3px;
padding:3px;
}
.showpageNum a:hover {
border: 1px solid #ccc;
background-color:#000000;
}
.showpagePoint {
color:#333;
text-decoration:none;
border: 1px solid #ccc;
background: #ccc;
margin:0 3px;
padding:3px;
}
.showpageOf {
text-decoration:none;
padding:3px;
margin: 0 3px 0 0;
}
.showpage a {
text-decoration:none;
border: 1px solid #ccc;
padding:3px;
}
.showpage a:hover {
text-decoration:none;
}
.showpageNum a:link,.showpage a:link {
text-decoration:none;
color:#000000;
}
</style>
<script type="text/javascript">
function showpageCount(json) {
var thisUrl = location.href;
var htmlMap = new Array();
var isFirstPage = thisUrl.substring(thisUrl.length-14,thisUrl.length)==".blogspot.com/";
var isLablePage = thisUrl.indexOf("/search/label/")!=-1;
var isPage = thisUrl.indexOf("/search?updated")!=-1;
var thisLable = isLablePage ? thisUrl.substr(thisUrl.indexOf("/search/label/")+14,thisUrl.length) : "";
thisLable = thisLable.indexOf("?")!=-1 ? thisLable.substr(0,thisLable.indexOf("?")) : thisLable;
var thisNum = 1;
var postNum=1;
var itemCount = 0;
var fFlag = 0;
var eFlag = 0;
var html= '';
var upPageHtml ='';
var downPageHtml ='';
var pageCount=5;
var displayPageNum=6;
var firstPageWord = 'First';
var endPageWord = 'last';
var upPageWord ='Sebelumnya';
var downPageWord ='Berikutnya';
var labelHtml = '<span class="showpageNum"><a href="/search/label/'+thisLable+'?&max-results='+pageCount+'">';
for(var i=0, post; post = json.feed.entry[i]; i++) {
var timestamp = post.published.$t.substr(0,10);
var title = post.title.$t;
if(isLablePage){
if(title!=''){
if(post.category){
for(var c=0, post_category; post_category = post.category[c]; c++) {
if(encodeURIComponent(post_category.term)==thisLable){
if(itemCount==0 || (itemCount % pageCount ==(pageCount-1))){
if(thisUrl.indexOf(timestamp)!=-1 ){
thisNum = postNum;
}
postNum++;
htmlMap[htmlMap.length] = '/search/label/'+thisLable+'?updated-max='+timestamp+'T00%3A00%3A00%2B08%3A00&max-results='+pageCount;
}
}
}
}//end if(post.category){
itemCount++;
}
}else{
if(title!=''){
if(itemCount==0 || (itemCount % pageCount ==(pageCount-1))){
if(thisUrl.indexOf(timestamp)!=-1 ){
thisNum = postNum;
}
if(title!='') postNum++;
htmlMap[htmlMap.length] = '/search?updated-max='+timestamp+'T00%3A00%3A00%2B08%3A00&max-results='+pageCount;
}
}
itemCount++;
}
}
for(var p =0;p< htmlMap.length;p++){
if(p>=(thisNum-displayPageNum-1) && p<(thisNum+displayPageNum)){
if(fFlag ==0 && p == thisNum-2){
if(thisNum==2){
if(isLablePage){
upPageHtml = labelHtml + upPageWord +'</a></span>';
}else{
upPageHtml = '<span class="showpage"><a href="/">'+ upPageWord +'</a></span>';
}
}else{
upPageHtml = '<span class="showpage"><a href="'+htmlMap[p]+'">'+ upPageWord +'</a></span>';
}
fFlag++;
}
if(p==(thisNum-1)){
html += ' <span class="showpagePoint"><u>'+thisNum+'</u></span>';
}else{
if(p==0){
if(isLablePage){
html = labelHtml+'1</a></span>';
}else{
html += '<span class="showpageNum"><a href="/">1</a></span>';
}
}else{
html += '<span class="showpageNum"><a href="'+htmlMap[p]+'">'+ (p+1) +' </a></span>';
}
}
if(eFlag ==0 && p == thisNum){
downPageHtml = '<span class="showpage"> <a href="'+htmlMap[p]+'">'+ downPageWord +'</a></span>';
eFlag++;
}
}//end if(p>=(thisNum-displayPageNum-1) && p<(thisNum+displayPageNum)){
}//end for(var p =0;p< htmlMap.length;p++){
if(thisNum>1){
if(!isLablePage){
html = '<span class="showpage"></span>'+upPageHtml+' '+html +' ';
}
}
html = '<div class="showpageArea"><span class="showpage"> Jumlah Halaman '+(postNum-1)+': </span>'+html;
if(thisNum<(postNum-1)){
html += downPageHtml;
}
if(postNum==1) postNum++;
html += '</div>';
if(isPage || isFirstPage || isLablePage){
var pageArea = document.getElementsByName("pageArea");
var blogPager = document.getElementById("blog-pager");
if(postNum <= 2){
html ='';
}
for(var p =0;p< pageArea.length;p++){
pageArea[p].innerHTML = html;
}
if(pageArea&&pageArea.length>0){
html ='';
}
if(blogPager){
blogPager.innerHTML = html;
}
}
}
</script>
<script src="/feeds/posts/summary?alt=json-in-script&callback=showpageCount&max-results=99999" type="text/javascript"></script>
selanjutnya Save, dan simpan dibawah posting.
Minggu, 24 Februari 2013
Anak Kebanggaan Ayah (Kisah Yang Mengharukan)
Ia merasa sudah gak umurnya lagi bersenda gurau dengan anak pada Hari Ayah di sekolah. Namun karena istri dan anaknya yang nomer empat memintanya dengan sangat, ia pun datang ke sekolah anaknya dengan hati berat. Seperti yang ia duga, acara di kelas hari itu menampilkan kebolehan masing-masing anak
dihadapan para ayah mereka. Terlihat di sana banyak para ayah yang berusia sekitar 30-an. Kesemua ayah itu antusias melihat buah hati mereka.
Bakri hanya tersenyum, berkatalah ia dalam hati; "Dulu aku juga seperti mereka saat punya anak
pertama. Tapi kini sudah gak zaman lagi baginya
acara anak-anak seperti ini." Satu per satu murid dipanggil untuk tampil ke depan
dan menunjukkan kebolehannya Selama 5 menit.
Usai penampilan maka ayah mereka dipanggil ke
depan untuk menerima hadiah yang telah disiapkan
oleh sang anak untuk ayah mereka. Ada yang
menampilkan kebolehan bernyanyi. Ada yang menulis dan baca puisi. Berpidato dengan bahasa
asing. Atraksi permainan dan banyak lagi. Kini giliran Umar, anak Bakri nomer empat yang
berusia 10 tahun dipanggil namanya untuk tampil ke
depan. Bakri mengira bahwa Umar pasti akan
menampilkan hal serupa dengan kawan-kawannya.
Diujung penampilan, Bakri harus berpura-pura
sumringah dan memberi pelukan hangat kepada Umar buah hatinya. Agar semua orang di kelas itu
tahu bahwa ia adalah ayah yang layak dibanggakan.
Ehemmm, itulah pikirnya! "Kamu ingin menampilkan apa untuk ayahmu,
Umar?" tanya ibu guru. "Aku akan tampil dengan
Ustadz Amir di depan" jawab Umar bersemangat. Ibu
Guru pun mempersilakan ustadz Amir untuk ke
depan kelas dan tak lupa ibu guru menjelaskan
kepada para ayah bahwa ustadz Amir adalah guru ekstra kurikuler yang mengajarkan baca Al Quran di
sekolah. "Nah Umar, kini giliranmu untuk memulai
penampilan..." ujar ibu guru. Umar mengucap salam. sedikit kata pembuka ia
ucapkan. Ia berkata bahwa ia akan membaca surat
Al Kahfi yang berjumlah 110 ayat. Sadar dengan
waktu yang terbatas ia meminta bantuan Ustadz
Amir untuk memegang mushaf Al Quran dan
menyebutkan ayat mana saja untuk ia baca. Para ayah yang hadir mulai berdecak kagum. Mereka
mengerti bahwa Umar bukan hanya akan membaca
Al Quran, namun dia malah sudah menghafalnya! "Baik, sekarang coba kamu baca ta'awudz dan
basmalah dan mulai dari ayat pertama....!" pinta
ustadz Amir. Dengan memejamkan mata, Umar mulai membaca.
Tak disangka...., suara yang keluar dari mulut Umar
terdengar begitu merdu. Rupanya Umar membaca Al
Quran mengikuti lantunan Qari cilik bernama
Muhammad Taha Al Junaid yang terkenal itu. Ia
membaca dengan hati yang tenang lalu membawa kedamaian pada setiap telinga yang mendengarnya. Ayat 1-5 telah dibaca Umar. Ustadz Amir
mengangguk-anggukan kepalanya mengikuti
bacaan Umar yang merdu tanpa sekalipun beliau
putus. Lalu Ustadz Amir meminta Umar untuk
membaca dari ayat 60. Umar pun membaca dengan
suara yang menenangkan jiwa. Semua mata dari para ayah yang hadir kita mulai
berkaca-kaca. Seolah mereka penuh harap andai
anak2 mereka bisa seperti Umar. Demikian pula
dengan Bakri, ayah Umar. Ia yang tadinya tidak
sepenuh hati datang ke sekolah. Kini malah ia begitu
antusias! Lalu ustadz Amir meminta Umar untuk pindah lagi ke
ayat 107 -110 sebagai penutup penampilannya.
Maka Umar pun membacanya tanpa satu pun
kesalahan. Begitu Umar menyudahi bacaannya, belum juga
dipersilakan maka bangkitlah Bakri dari duduknya
dan langsung berjalan ke depan dan memeluk Umar. Terlihat rasa bangga yang terpancar dari wajah Bakri
usai melihat penampilan buah hatinya. Para hadirin
pun menyaksikan bahwa Bakri beberapa kali
menyeka air mata yang berderai di pipinya. Seisi ruangan terpukau dengan lantunan Al Quran
yang dibacakan dengan suara merdu Umar.
Menyudahi suasana yang haru itu, ibu guru
membuka tanya kepada Umar, "Mengapa engkau
ingin membaca Al Quran untuk ayahmu sedangkan
semua temanmu tak ada yang terpikir untuk melakukannya, Umar?" Rupanya Umar pun turut haru usai dipeluk
sedemikian hangat oleh sang ayah. Dengan mata
berkaca-kaca Umar berkata, "Ustadz Amir pernah
ajarkan aku untuk rajin belajar Al Quran. Beliau
sampaikan bahwa orang yang hafal Al Quran
membuat kedua orang tuanya mulia di akhirat. Kedua orang tua akan mendapat mahkota dari
cahaya dimana cahayanya lebih indah dari sinar
mentari dunia... Aku ingin, ayah & ibuku mendapat
kemuliaan seperti itu dari Allah Swt karena itu aku
belajar menghafal Al Quran bersama ustadz Amir." "Subhanallah...." terdengar suara para ayah
berkumandang di kelas itu. Semuanya berkeinginan
anak-anak mereka seperti Umar. "Apakah saya boleh bicara?" tanya Bakri kepada
para hadirin. Semua orang mempersilakan. "Hmmm...., hari ini adalah hari yang teramat bahagia
untuk saya. Anda semua para ayah tak ada bedanya
aku rasa. Kita menyekolahkan anak-anak kita di
sekolah terbaik seperti sekolah ini. Dengan biaya
yang tak murah, dengan segala fasilitas duniawi
yang serba ada. Mungkin dibenak kita para ayah adalah jangan sampai anak-anak kita tidak bisa
mengejar kemajuan dunia....
Terus terang aku sudah hampir 50 tahun. Aku
punya empat orang anak, dan Umar adalah putraku
yang terakhir. Dengan ambisi duniawiku, aku
sekolahkan ia di sini dengan harapan bahwa ia akan memiliki masa depan gemilang.
Aku tersadar bahwa pemikiran putraku ini justru
telah membuat masa depanku gemilang. Ia
mempelajari dan menghafal Kitabullah Al Quran agar
supaya kedua orang tuanya memiliki masa depan
yang gemilang di akhirat! Terima kasih anakku... Maafkan ayah yang lupa untuk mendidikmu untuk
mempelajari Al Quran...." Bakri pun lalu memeluk Umar kembali. Keduanya
menagis haru, dan seluruh kelas pun hening terdiam
menyaksikannya.....!
sumber


















